Sunday, October 17, 2010

Fans yang Gelisah: Mencari Urat Malu


Sedih dan kesal bercampur aduk. Tim nasional sepakbola Indonesia untuk kesekian kalinya gagal menang. Mau marah tidak ada gunanya. Ya… jelas-jelas lawan kita hari Jum’at (8/10) kemarin adalah Uruguay, peringkat empat Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Sedangkan tim Merah Putih ada di rangking 131.

Sebagian besar pemain Uruguay merumput di klub-klub Eropa. Nama beken seperti Luis Suarez (Ajax), Edison Cavani & Walter Gargano (Napoli), Diego Lugano (Fenerbache), Muslera (Lazio), Martin Caceres (Sevilla FC) atau Jorge Fucile (Porto) tentu akrab di telinga para penggila sepakbola. Merekalah aktor pembantaian timnas kita 1-7.

Harapan saya sempat melambung tinggi ketika di menit ke 17, Boaz Salossa lolos dari pengawalan Uruguay dan berhasil menipu kiper Castillo. 1-0! Saya dan kawan-kawan di flat yang menonton siaran langsung lewat streaming internet tercengang. Jangan-jangan ini mimpi, atau hanya skenario pemain Uruguay supaya tuan rumah terhibur.

Uruguay tersentak. Mereka mulai bermain serius, seakan-akan menghadapi Jerman dalam semifinal Piala Dunia kemarin. Indonesia terkurung dalam daerah pertahanan sendiri. Untung saja, penjaga gawang Markus sukses menahan beberapa gempuran Uruguay yang membabi-buta. Meski begitu sang tamu berhasil menceploskan dua gol. Babak pertama ditutup 2-1 untuk Uruguay.

Babak kedua dimulai. Inilah saat-saat tragis itu. Lima kali gawang Markus bergetar.Setiap kali Uruguay mencetak gol para suporter kita meneriakkan yel-yel; “Nurdin… turun…! Nurdin… turun…!”. Sudah lama Nurdin Khalid, ketua PSSI disorot. Lelaki asal Makassar ini dinilai tidak becus dalam memimpin sepakbola Indonesia. Selain kekalahan versus Uruguay, beberapa minggu sebelumnya kesebelasan junior Indonesia harus takluk dari Timor Leste, anak bawang dalam percaturan ASEAN.

Yang paling santer terdengar adalah kasus korupsi Bulog yang membuatnya meringkuk di bui tahun 2007 silam. Sampai-sampai Sepp Blater presiden FIFA—federasi sepakbola dunia—harus ikut campur. Namun pendirian pria kelahiran 1958 ini tetap tak tergoyahkan, tetap bercokol di kursi panas PSSI, mengendalikan organisasi dari balik jeruji.

Mungkin apa yang diutarakan pengamat sosial kemasyarakatan, Tubagus Januar Soemawinata adalah nyata. Janura menilai pejabat di Indonesia tidak punya ‘urat malu’ sehingga tidak bakal mau undur diri dari jabatannya sebagai rasa pertanggungjawaban apabila terjadi bencana ataupun berbuat kesalahan atas kebijakannya,.

Masih hangat Agustus silam ketika Kim Tae-ho perdana menteri Korea Selatan meletakkan jabatannya. Padahal Kim baru terkena “dugaan” korupsi. Hanya dugaan.

Beberapa bulan sebelumnya Horst Koehler, Presiden Jerman mengundurkan diri akhir Mei lalu. Pengunduran diri Koehler terjadi akibat salah omong dalam wawancara dengan stasiun radio usai kunjungan ke Afghanistan. Koehler menyebutkan bahwa keterlibatan militer Jerman di Afghanistan sebagai keterpaksaan. Jerman terpaksa ikut mengirim tentara ke Afghanistan guna mengamankan kepentingan ekonominya. Langsung saja, kritik datang bertubi-tubi dan buntutnya Koehler harus lengser.

Sudah malam. Jadi ngantuk…. Lain kali kita sambung lagi.

NB: Tetapi bukan Indonesia sendiri yang sedang ada dalam titik rawan. Mesir, juara Afrika tiga kali berturut-turut sedang terancam gagal lolos ke Piala Afrika 2012 di Gabon dan Guinea Equatorial. Kesebelasan Fir’aun secara mengejutkan takluk oleh Niger pada partai kedua kualifikasi. Pada pertandingan pertama, Sierra Leone sukses menahan imbang Mesir yang bermain di lapangan keramat Cairo Stadium.

Pelatih bertangan dingin Hassan Shehata menolak asumsi bahwa Mesir dalam krisis. “Jalan masih panjang. Masih ada empat pertandingan ke depan,” ujar laki-laki berkumis tebal ini di stasiun televisi Al Jazeera.

Sakr Koresh, 16 Oktober 2010. Delapan hari setelah kekalahan mengenaskan itu.

3 comments:

Zan Insurgent said...

yang jelas sepak bola Indonesia belum berkembang malah mengalami kemunduran,masalahnya bukan hanya nurdin tp semangat juang para pemain lokal sepertinya tidak ada...mereka banyak yg lebih mementingkan uang dari pada prestasi..Bah..!!

ABe said...

Kabar buruk, sampai sekarang urat malu itu belum ketemu kawan :-D

Sumartono said...

Tapi barusan ada kabar baik.... di Piala Asia U-16, Timnas kita setelah digebuk Uzbekistan 0-3, kemarin bangkit melumat Tajikistan 4-1. Semoga dipertandingan terakhir bisa mengalahkan Yordania, sehingga bisa lolos ke babak perempat final.