Monday, June 8, 2009

Fir'aun Tak Lagi Jumawa

Tim Nasional Aljazair

Sabtu, 6 Juni
2009.

Suasana ruang ujian lain dari biasanya. Dua orang mahasiswa dari Aljazair jadi bulan-bulanan ejekan petugas yang mengawasi lokal kami.Mahasiswa asing lainnya mafhum sebab hari ini (Ahad, 7/6) Mesir akan memulai mimpi mereka lolos ke Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Fir'aun--julukan tim nasional sepakbola Mesir--bertandang ke negeri jiran Aljazair. Si petugas dengan bangga menyebut-nyebut rekor Mesir sebagai juara Afrika enam kali. Luar biasa lagi, dua gelar terakhir (2006 & 2008) diraih berturut-turut. "Negara kalian itu tidak ada apa-apanya. Inilah kami para Fir'aun!" ujar lelaki gemuk itu. Dua pemuda Aljazair hanya tersenyum kecut. Sabar ya!

Koran-koran lokal setempat menyebutnya sebagai langkah awal untuk berlaga di turnamen bola kaki paling bergengsi se-jagat tersebut. Ini tidak berlebihan karena pada partai pertama kualifikasi di Kairo, Mesir ditahan imbang tamunya Zambia 1-1. Jika sampai pulang dari Aljazair dengan kepala tertunduk, kesempatan lolos semakin terjal.

Mungkin saja doa dua teman asal Aljazair tadi dikabulkan Allah SWT. Meski hanya bercanda, bisa saja guyon pengawas tersebut membuat salah satu dari mereka tersinggung. Lalu si Aljazair berdoa agar orang-orang Mesir bungkam, dan voila! Doa orang yang dianiaya itu terkabul seperti dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari. Timnas Mesir pun takluk oleh tuan rumah! Tiga gol dari
Karim Matmour, Abdel Kader Ghezzal dan Rafik Djebbour hanya bisa dibalas satu gol Abu Treika di menit-menit akhir babak kedua. 3-1 untuk tuan rumah.

Sungguh mengecewakan bagi warga Kairo. Padahal animo masyarakat Mesir begitu meluap-luap. Toko-toko tutup lebih awal. Bengkel-bengkel yang berada di bawah flat kami juga menghentikan aktifitas demi menonton tim kesayangan. Rupanya kesebelasan Fir'aun harus berjuang lebih keras lagi.

Info terkait Al Masry Al Youm

No comments: