Para suporter Ultras Al Ahly menolak untuk merayakan kemenangan ini secara berlebihan, untuk menghormati para korban yang meninggal. Selain itu, Mesir dalam keadaan berkabung setelah baru-baru ini terjadi kecelakaan fatal di Provinsi Asyout. Tragedi ini menewaskan sedikitnya 50 anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah.
Showing posts with label mesir. Show all posts
Showing posts with label mesir. Show all posts
Tuesday, November 20, 2012
Al Ahly Juara Afrika 2012
Para suporter Ultras Al Ahly menolak untuk merayakan kemenangan ini secara berlebihan, untuk menghormati para korban yang meninggal. Selain itu, Mesir dalam keadaan berkabung setelah baru-baru ini terjadi kecelakaan fatal di Provinsi Asyout. Tragedi ini menewaskan sedikitnya 50 anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah.
Monday, September 19, 2011
Oase
Baru-baru ini saya berkesempatan mengunjungi kawasan oase di Siwa, Mesir bagian barat. Menurut Youssef Sarhan—warga setempat yang jadi pemandu kami— di Siwa terdapat tidak kurang dari 200 mata air, baik besar maupun kecil. Air dari oase-oase ini membuat pohon kurma tumbuh subur di sini. Selain kurma, Siwa juga terkenal sebagai penghasil Zaytun. Sesuai adat yang berlaku di sini, siapapun boleh makan buah kurma dari pohonnya, sepuas hati. Dengan syarat tidak boleh dibawa pulang alias makan di tempat.
Sejak zaman dahulu kala Siwa sudah didiami oleh manusia. Di tengah kota Siwa yang mungil, masih berdiri dengan kokoh reruntuhan kota Shali yang dibikin dari bata dan lumpur kering. Ada juga reruntuhan kuil peninggalan Alexander Agung. Saat bertualang naik jip off-road ke gurun di barat Siwa, terlihat kota ini seperti sepetak tanah hijau di kelilingi padang pasir gersang. Sungguh kontras.
Wednesday, August 3, 2011
Ramadhan Made in China
Matahari menyalak di atas horison. Sengatannya terasa menggigit kulit. Angin berhembus sepoi-sepoi, meniupkan hawa panas yang mengundang keringat. Peluh bercucuran di dahi. Bulir-bulirnya berlomba turun dari pelipis. Tidak mudah bertahan hidup di bawah suhu 38 derajat celcius seperti ini. Apalagi bagi saya, lelaki biasa dari kepualauan tropis yang lembab di Asia bagian tenggara sana.
“Ya Rayyis… Negeri saya di Indonesia sana, tidak sepanas ini. Sungguh tidak bisa membayangkan harus menjalani puasa dalam suhu panas seperti ini,” ujar saya setengah mengeluh kepada sopir taksi yang membawa saya ke distrik Sayeda Zaynab.
“Ziyadah el masyaqqah tugibu mazida tsawab. Semakin besar kesulitan yang kita hadapi dalam melakukan ibadah, pahalanya pun akan makin besar pula,” kata pria bernama Magdi itu sambil menggedor klakson. Taksi ini pelan-pelan merayap di tengah macet yang menggila.
Monday, May 2, 2011
Manusia Karet
| Keterangan Foto: (1) Hazem Emam di Al Jazeera Sport (2) Hazem berkostum De Graafschap, persis seperti dalam poster di Bola (3) Hazem di Udinese |
Sungguh tidak disangka, lelaki yang menjadi bintang tamu dan analis dalam siaran rutin sepakbola Liga Italia di Al Jazeera Sport itu adalah si Manusia Karet. Lelaki Mesir bernama asli Hazem Emam ini ternyata sudah gantung sepatu.
Saya masih ingat ketika tabloid olahraga Bola mengangkat profil Hazem Emam dalam suatu edisi akhir tahun 1999 (kalau tidak salah). Satu halaman penuh untuk membahas Hazem Emam dengan judul yang tertulis besar: ‘Manusia Karet dari Mesir’. Lengkap dengan poster satu halaman. Sekarang tabloid-tabloid itu sudah dijual kiloan oleh ibu saya ke tukang loak.Bikin penuh rumah, kata beliau. Apalagi tumpukan koran dan majalah itu jadi makanan empuk buat rayap.
Monday, March 21, 2011
Lamanya 35 Tahun
| Wael Ghanim |
Mari kita berkenalan dulu dengan pria yang satu ini:
Nama: Wael Ghanim. Usia: Baru 30 tahun. Kewarganegaraan: Mesir tulen. Pekerjaan: Manajer Pemasaran Timur Tengah Google Inc. di Dubai. Status: Sudah beristri 1, punya anak 2
Berawal dari internet, Wael Ghanim menyulut api revolusi Mesir yang membara. Dialah orang yang membentuk grup “We are All Khaled Saed” di jejaring sosial Facebook. Grup ini pada mulanya didedikasikan untuk Khaled Saed, pemuda berusia 28 tahun yang tewas akibat kekerasan polisi Mesir. Masyarakat menemukan jasad Khaled bonyok tak bernyawa di jalanan kota Alexandria.
Grup ini terus berkembang dengan anggota yang makin banyak. Demonstrasi besar-besaran tanggal 25 Januari 2011 lalu di Tahrir Square disinyalir salah satunya berawal dari grup ini. Maka tak heran, pemerintah sempat memblok akses internet dan komunikasi seluler selama beberapa hari untuk mencegah mobilisasi massa lewat situs Facebook dan Twitter. Aparat pun menciduk Ghanim.
Usaha tak berguna. Demonstrasi makin panas dan beracun. Puncaknya, rezim presiden Mubarak runtuh tanggal 11 Februari 2011. Kursi empuk berumur 3 dekade itu pun harus digotong keluar istana negara.
Nama: Wael Ghanim. Usia: Baru 30 tahun. Kewarganegaraan: Mesir tulen. Pekerjaan: Manajer Pemasaran Timur Tengah Google Inc. di Dubai. Status: Sudah beristri 1, punya anak 2
Berawal dari internet, Wael Ghanim menyulut api revolusi Mesir yang membara. Dialah orang yang membentuk grup “We are All Khaled Saed” di jejaring sosial Facebook. Grup ini pada mulanya didedikasikan untuk Khaled Saed, pemuda berusia 28 tahun yang tewas akibat kekerasan polisi Mesir. Masyarakat menemukan jasad Khaled bonyok tak bernyawa di jalanan kota Alexandria.
Grup ini terus berkembang dengan anggota yang makin banyak. Demonstrasi besar-besaran tanggal 25 Januari 2011 lalu di Tahrir Square disinyalir salah satunya berawal dari grup ini. Maka tak heran, pemerintah sempat memblok akses internet dan komunikasi seluler selama beberapa hari untuk mencegah mobilisasi massa lewat situs Facebook dan Twitter. Aparat pun menciduk Ghanim.
Usaha tak berguna. Demonstrasi makin panas dan beracun. Puncaknya, rezim presiden Mubarak runtuh tanggal 11 Februari 2011. Kursi empuk berumur 3 dekade itu pun harus digotong keluar istana negara.
Labels:
Banjarmasin,
Datu Kelampayan,
mesir
Saturday, February 5, 2011
Prahara Mesir: Kotak 18 Inchi
Ba’da Magrib, 4 Februari 2011
Sudah 11 hari, terhitung sejak 25 Januari lalu demonstrasi besar-besaran meledak di seluruh penjuru Mesir. Tahrir Square di Kairo sebagai pusat konsentrasi massa dipenuhi lautan manusia. Tidak kalah dengan keadaan padang Arafah saat pelaksanaan ibadah haji. Penuh, sesak dan yang pasti bau keringat. Maklum, musim dingin seperti ini pasti orang-orang ogah mandi.
Sudah 11 hari, terhitung sejak 25 Januari lalu demonstrasi besar-besaran meledak di seluruh penjuru Mesir. Tahrir Square di Kairo sebagai pusat konsentrasi massa dipenuhi lautan manusia. Tidak kalah dengan keadaan padang Arafah saat pelaksanaan ibadah haji. Penuh, sesak dan yang pasti bau keringat. Maklum, musim dingin seperti ini pasti orang-orang ogah mandi.
Pada hari kedua yang lalu saya berkesempatan menyaksikan secara langsung unjuk rasa di kawasan Tahrir. Bukan berarti saya mencari gara-gara, sebab bisa-bisa saya jadi korban salah tangkap. Masih untung kalau dideportasi ke Indonesia. Kebanyakan aktivis pergerakan di sini hilang tanpa kabar. Keberanian saya lebih dikarenakan rasa penasaran, sekaligus ingin jadi saksi sejarah. Mungkin ini yang disebut Bang Haji Rhoma Irama sebagai ‘masa muda, masa yang berapi-api’.
Friday, January 21, 2011
Hikayat Dua Beranak
Sepulang dari kampus aku dan kawan-kawan mampir ke pasar rakyat Attaba dulu. Hitung-hitung refreshing setelah ujian tadi. Maka singkat cerita, berbaurlah kami dengan lautan manusia yang hiruk-pikuk. Aku sendiri sempat terpisah dari teman yang lain di pusat buku bekas Azbakiya.
Lewat tengah hari, kami pulang dengan belanjaan masing-masing. Aku mendapatkan panduan wisata berbahasa Inggris dengan harga miring. Padahal di toko, buku keluaran terbaru itu bisa seharga ratusan pound. Ipeng memborong buku-buku filsafat kegemaran. Sedang Harun memuaskan dahaga fashionnya dengan kaos-kaos obralan. Meski paling tua di antara kami, lelaki ini tak pernah ketinggalan gaya.
Enaknya, nanti sampai ke flat langsung bergumul di kasur sambil selimutan. Hawa musim dingin yang sejuk pasti membuat tidur makin nikmat.
Rupanya bus tujuan Nasr City hampir penuh. Tinggal dua bangku kosong di belakang. Kami bertiga berebut bak anak kecil dibagi permen. Saling sikut, saling jegal. Apes, aku terlambat dan terpaksa berdiri. Mereka berdua yang beruntung siang ini.
Entah berdoa apa si Harun malam tadi, keberuntungannya dua kali lipat. Di sampingnya duduk gadis berjilbab hitam, modis seperti lazimnya remaja Mesir. Kalau soal kecantikan, jangan ditanya lagi. Memenuhi sembilan puluh persen standar kecantikan menurut orang Indonesia; kulit putih, hidung mancung, mata bundar, tubuh langsing semampai. Untuk kesekian kalinya aku memafhumi, negeri ini adalah surga bidadari dunia!
Tuesday, December 14, 2010
Sepupu Selalu Berseteru
Sutradara: Sherif Arafa
Pemain: Karim Abdel Aziz, Mona Zaki, Sherif Mounir
Produksi: El Massa Production, Egypt, 2009
Secara harfiah arti “Welad el ‘Am” adalah sepupu. Sebelumnya saya sempat mengira-ngira bahwa film ini berkisah tentang dua sepupu yang memperebutkan cinta seorang wanita. Sampai berbuntut kekerasan pula—dilihat dari posternya yang menampilkan dua lelaki dengan luka di wajah dan satu perempuan.
Ternyata saya salah.
Alkisah, ada sepasang suami istri berlibur di pesisir Port Said beserta dua anaknya. Dari sini saya sudah curiga, kenapa dalam adegan bahagia seperti ini, bukannya diisi oleh musik pengiring yang romantis atau ceria. Yang ada malah alunan instrumen musik yang “suram”. Bak film horror saja.
Ternyata saya salah.
Alkisah, ada sepasang suami istri berlibur di pesisir Port Said beserta dua anaknya. Dari sini saya sudah curiga, kenapa dalam adegan bahagia seperti ini, bukannya diisi oleh musik pengiring yang romantis atau ceria. Yang ada malah alunan instrumen musik yang “suram”. Bak film horror saja.
Monday, May 17, 2010
Kaji Syi'ah, Ustadzku Raih Doktor Al Azhar
Indonesia kembali berbangga di bidang akademis. Ustadz Muhammad Khalid Mushlih, M.A, mahasiswa asal Jombang, berhasil meraih gelar doktor di Jurusan Akidah Filsafat di Universitas Al Azhar Kairo, dengan predikat summa cum laude.
Dalam seminar doktoralnya pada hari Rabu (12/5), Ustadz Khalid yang pernah mengajarku di Gontor mengupas disertasi dengan judul “Welayat Al-Faqih wa Tathbiqotuha al-Mu’ashiroh: Qira’ah Naqdiyyah Muqoranah bil al-Syuro wa al-Dimukrothiyah”. Dalam bahasa Indonesia, “Welayat al-Faqih dan Penerapannya: Studi Kritik atas Sistem Politik Syi’ah Kontemporer, Komparasi dengan Sistem Syuro dan Demokrasi”.
Beliau menjelaskan tentang konsep Welayat al-Faqih yang ada dalam sistem politik Syi’ah, khususnya yang tengah diterapkan di Iran sekarang ini. Welayat al-Faqih adalah sistem politik Syi’ah yang ada di Iran sejak revolusi Iran tahun 1979 oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini.
Dari sistem ini adanya suatu keharusan bagi para fuqaha (ulama) untuk mendirikan negara di masa Ghaibah Al Kubra, yaitu masa ketiadaan imam Syi’ah yang ke-12 sejak tahun 329 H sampai sekarang.
Menurut kepercayaan aliran Syi’ah, ketiadaan imam mereka tersebut, karena imam ke-11, yaitu Imam Hassan Al Asykary tidak memiliki keturunan. Sedangkan dalam aliran Syi’ah, mereka itu harus dipimpin oleh seorang imam. Dan imam yang diakui oleh mereka hanyalah berjumlah 12 orang, sehingga terdapat kebingungan dalam masyarakat Syi’ah, ketika imam mereka yang terakhir ini tidak cenderung muncul.
Sebelum terjadinya Ghaibah al-Kubra, juga terjadi Ghaibah As Sugra, dari tahun 260-329. Konsep Ghaibah atau ketiadaan imam dalam Syi’ah ini untuk pertama kalinya dikembangkan oleh kelompok Syi’ah yang diberi nama dengan kelompok Itsna ‘Asyar. Dinamakan demikian, karena kelompok ini tetap meyakini bahwa imam mereka yang ke-12 itu tetap ada, akan tetapi masih gaib.
Selama masa ketiadaan imam mereka ini, maka mereka harus menunggu. Dan dalam masa penantian ini, para ulama tidak dibolehkan berijtihad, tidak dibolehkan berdakwah, tidak dibolehkan shalat Jum’at, tidak dibolehkan melakukan amr ma’ruf nahi munkar, dan lain sebagainya. Karena keyakinan Syi’ah mengatakan bahwa yang berhak melakukan semua itu hanyalah seorang imam. Inilah yang menjadi permasalahan besar dalam golongan Syi’ah.
Akhirnya ulama-ulama Syi’ah mulai berijtihad dan mencari jalan keluarnya. Semua ketidakbolehan selama masa penantian yang menjadi masalah besar tadi, sedikit-demi sedikit diselesaikan. Dan sampai pada zamannya Ahmad Naroki, para ulama mulai diwajibkan untuk menggantikan imam. Namun pada masa itu masih sedikit masyarakat Syi’ah yang mau percaya dengan konsep ini, karena masih kentalnya doktrin imamah Syi’ah ketika itu.
Kemudian pada masa Khomeini yang memimpin revolusi Iran, barulah konsep ini menjadi sebuah sistem dalam politik Syi’ah yang diberi nama dengan Welayat al-Faqih.
Konsep Welayat al-Faqih ini, dalam disertasinya yang dibimbing oleh Prof. Dr. Muharram (Guru Besar Akidah Filsafat serta mantan Ketua Jurusan di Universitas Al-Azhar) dan Prof. Dr. Jamaluddin Afifi (Guru Besar Akidah Filsafat dan Ketua Jurusan sekarang di Unversitas Al-Azhar), dikritik oleh beliau dengan cara perbandingan terhadap konsep syuro dalam Islam, dan konsep demokrasi.
Dalam membandingkan konsep Welayat al-Faqih dengan konsep syuro dan demokrasi, beliau memiliki enam poin utama yang dijadikan perbandingan, yaitu; dasar yang dijadikan pijakan oleh ketiga konsep ini, mengenai kekuasaan tertinggi, batas kekuasaan, pemisahan antara 3 kekuasaan, prinsip mayoritas, dan konsep perwakilan.
Dari keenam poin perbandingan ini, akhirnya beliau sampai pada kesimpulan bahwa ternyata konsep Welayat al-Faqih yang diterapkan dalam pemerintahan Iran sekarang ini, sangat rapuh sekali. Selain ditemukan kerancuan konsep terhadap konsep Syi’ah itu sendiri, juga terdapat pengadopsian konsep dari syuro dan demokrasi juga. Dan konsep politik dalam ajaran Syi’ah akan berkembang terus sesuai dengan tuntutan zaman, tidak konsisten.
Yang bertindak sebagai penguji disertasi ini adalah Prof. Dr. Thoha Abdus Salam Khadir (Guru Besar Akidah Filsafat di Universitas Al-Azhar) dan Prof. Dr. Muhammad Sayyid Al-Galayn (Dosen Fakultas Darul Ulum di Universitas Cairo). Turut hadir juga dalam seminar doktoral tersebut, Duta Besar Republik Indonesia, A. M. Fachir.
Ustadz Khalid termasuk mahasiswa yang bisa dibilang langka, karena dapat menyelesaikan studi di Universitas Al-Azhar dari jenjang S1 sampai doktor dalam jurusan yang dinilai sulit bagi sebagian besar mahasiswa Indonesia di Al-Azhar, yaitu jurusan Akidah Filsafat. Strata 1 diselesaikan pada tahun 1997, strata 2 pada tahun 2003, dan sekarang meraih gelar doktor dalam umur ke-35 tahun.
Rencananya Bapak dari dua putra--Azzam dan Bassam--ini akan pulang ke tanah air bulan depan, dan akan mengabdikan diri kepada Pondok Modern Darussalam Gontor. Saat ini beliau masih tercatat sebagai dosen di Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor. [disadur dari hidayatullah.com]
Monday, October 12, 2009
Tuan Rumah Kecewa Dua Kali
Even Piala Dunia sepakbola usia 20 tahun yang dihelat di Mesir membawa banyak cerita. Meski gaung kejuaraan sebelum perhelatan dimulai terkesan kurang wah, antusiasme warga Kairo cukup meledak. Ketika "el Faraena el Sighar" alias Fir'aun-fira'un junior berlaga, bangku-bangku stadion disesaki warga yang ingin mendukung tim kesayangan Mesir. Agenda pembukaan di stadion Borg el Arab, Alexandria berlangsung meriah, apalagi ditambah kemenangan sensasional tuan rumah atas Trinidad Tobago 4-1.Sayang, euforia yang mengalir deras bersama gemericik sungai Nil sempat terpaku sejenak ketika 10 pemain Paraguay berhasil mencuri kemenangan dramatis dua hari kemudian. Headline koran-koran keesokan harinya memampang foto penyerang Mesir Mohammad Talaat yang tertunduk di atas rumput. Mau tak mau pertandingan melawan favorit Italia menjadi laga hidup-mati yang harus dimenangi!
Oppa! Jadilah Bogy pahlawan Mesir malam itu. Baru beberapa detik memasuki lapangan, striker bernama asli Ahmed Fathi ini langsung menyundul bola, menaklukkan kiper Fiorillo. Sepuluh menit kemudian, sekali lagi Bogy beraksi, menyegel kemenangan 4-2 atas Azzurri.
Puji syukur kepada Allah SWT, aku salah satu diantara puluhan ribu mata yang menyaksikan kemenangan dramatis itu. Meski harus mati-matian merayu calo, tiket pertandingan itu bisa kudapatkan. Satu catatan lagi, untuk pertama kalinya, aku melihat pertandingan langsung dari stadion di Kairo.
Bola itu bundar. Di babak 16 besar Mesir harus dibenamkan Kosta Rika yang tidak diunggulkan. Pupus sudah mimpi indah masyarakat antero Mesir. Maka tak heran saat Kosta Rika kembali berlaga, warga Kairo berbondong-bondong menuju stadion dengan tujuan memberikan dukungan kepada Uni Emirat Arab, lawan Kosta Rika. "Kekalahan kemarin tak perlu diratapi, asal Kosta Rika kalah" mungkin begitu isi benak mereka. Aku melihat langsung melalui siaran televisi, setiap Kosta Rika memegang bola siulan mengejek disuarakan pendukung Mesir yang memihak Emirat.Seribu sayang, kesalahan kapten Emirat membuat dendam Mesir tidak bisa terlampiaskan. Kosta Rika menyerobot bola di menit akhir dan menceploskan bola untuk kemenangan 2-1.
Lagi-lagi kecewa.
Saturday, February 21, 2009
Kebakaran Landa Pusat Perbelanjaan Alexandria
21 Februari 2009
Kebakaran hebat melanda pasar sekaligus pusat perbelanjaan Masheya di Alexandria, kemarin (20/2). Api menghanguskan 210 kios pakaian dan 14 mobil. Kerugian ditaksir mencapai 8 juta Pound Mesir.
Dinas pemadam kebakaran Alexandria berhasil menjinakkan si jago merah setelah berjuang selama kurang lebih dua jam. Perkiraan sementara, penyebab kebakaran adalah hubungan pendek aruslistrik. Tiupan angin yang berhembus kencang juga menjadi faktor yang mempermudah penyebaran api.
Kebakaran hebat melanda pasar sekaligus pusat perbelanjaan Masheya di Alexandria, kemarin (20/2). Api menghanguskan 210 kios pakaian dan 14 mobil. Kerugian ditaksir mencapai 8 juta Pound Mesir.
Dinas pemadam kebakaran Alexandria berhasil menjinakkan si jago merah setelah berjuang selama kurang lebih dua jam. Perkiraan sementara, penyebab kebakaran adalah hubungan pendek aruslistrik. Tiupan angin yang berhembus kencang juga menjadi faktor yang mempermudah penyebaran api.
Thursday, January 8, 2009
Berita November-Januari
Motivasi utamanya sih untuk melatih nalar terjemah bahasa arab dan inggris. Harian ini (http://www.almasry-alyoum.com) termasuk surat kabar independen, berbeda dengan koran besar macam Al Ahram (http://www.ahram.org.eg) dan Akhbar El Youm (www.akhbarelyom.org.eg) yang selalu saja memberitakan kunjungan Presiden Mubarak ke luar negeri. Ya, namanya juga corong pemerintah.
15 November
Sore ini kesebelasan al-Ahly akan bertanding ke kota Garoua, Kamerun guna menghadapi tim tuan rumah Coton FC dalam final Piala Champions Afrika leg kedua. Pada partai pertama di stadion Kairo, Ahly unggul 2-0. Jika berhasil mempertahankan agregat gol, Ahly akan meraih gelar Juara Afrika. Baca selengkapnya http://www.almasry-alyoum.com/article2.aspx?ArticleID=186532
25 November 2008
Demonstrasi terjadi serentak kemarin di Universitas Al Azhar, Universitas Kairo dan Universitas Mansoura. Aksi damai yang digerakkan oleh mahasiswa-mahasiswa Al Ikhwan Al Muslimun (IM) tersebut menuntut pembebasan Gaza dari agresi Israel. Di Universitas Al Azhar, Darrasah, petugas keamanan disiagakan untuk mengawasi sedikitnya 3000 mahasiswa IM yang berunjuk rasa. Baca selengkapnya http://www.almasry-alyoum.com/article2.aspx?ArticleID=187807
18 November 2008
Puluhan suku Badui di selatan SInai memblokade jalan menuju Sharm el-Sheikh, 45 km dari kota Ras Sadr. Mereka menuntut pembebasan beberapa warga mereka yang ditangkap dengan tuduhan pembunuhan dan penyeludupan obat terlarang.
baca selengkapnya http://www.almasry-alyoum.com/article2.aspx?ArticleID=186939
26 November 2008
Kemarin (25/11) lebih dari 5000 mahasiswa asing melakukan unjuk rasa di asrama Madinah Al Buuts Al Azhar, Abbasiyah. Mereka protes terhadap kebijakan Abdul Mun'im Fauda, musyrif asrama, tentang aturan penerimaan beasiswa terhadap mahasiswa yang tidak naik tingkat.
Aksi ini membuat Syeikh Azhar, Dr. Sayyid Thantawi turun tangan dan mengadakan dialog di Masjid Buuts bersama para pengunjuk rasa.
Baca selengkapnya http://www.almasry-alyoum.com/article2.aspx?ArticleID=187961
2 Desember 2008
Grand Syeikh Al Azhar, Mohammad Sayyid Thantawi mengatakan bahwa dia sendiri tidak mengenali muka Presiden Israel Shimon Perez diantara puluhan tokoh negara dalam Konferensi Antar Agama di New York beberapa waktu silam.
Pimpinan tertinggi Al Azhar ini menuai kontroversi ketika berjabat tangan dengan Perez dalam acara tersebut. Syeikh Thantawi bahkan didesak beberapa pihak agar segera mundur karena dinilai pengkhianatan terhadap Islam merusak hak-hak Arab.
Baca selengkapnya: http://www.almasry-alyoum.com/article2.aspx?ArticleID=188752
5 Desember 2008
Paus Shenouda III mengadakan kunjungan ke Al Azhar dan Kementrian Wakaf setelah pulang usai menjalani pengobatan di Amerika. pemimpin tertinggi umat Kristiani Koptik Mesir ini disambut hangat oleh Grand Syeikh Azhar, Sayid Thantawi dan Menteri Wakaf, Dr. Mahmoud Hamdi Zaqzouq.
Baca selengkapnya http://www.almasry-alyoum.com/article2.aspx?ArticleID=189191
6 Desember 2008
Tim Nasional Sepakbola Indonesia memulai langkah manis dalam turnamen Piala AFF di Jakarta. Pasukan Merah-Putih menyikat Myanmar tiga gol tanpa balas dalam partai pembuka turnamen antar negara ASEAN tersebut.
Budi Sudarsono membuka gol di menit 26 melalui aksi individu melewati 2 bek Myanmar setelah menerima umpan Ilham dari sayap kanan. Selang empat menit kemudian Firman Utina menggandakan kemenangan. Di babak kedua, tendangan bambang Pamungkas dari luar kotak penalti semakin menenggelamkan Myanmar. http://soccernet.espn.go.com/report?id=259044&&cc=3888
9 Desember 2008
Jutaan penduduk Mesir merayakan hari raya Idul Adha di berbagai penjuru negeri. Ribuan muslim melaksanakan shalat di berbagai masjid dan lapangan, dilanjutkan dengan menyembelih hewan kurban. Pasukan keamanan disiagakan di sekitar di Masjid Azhar untuk mengantisipasi isu akan diadakannnya demonstrasi besar-besaran menuntut pembebasan Gaza. Baca selengkapnya http://www.almasry-alyoum.com/article2.aspx?ArticleID=189691
18 Desember 2008
Kepadatan kota yang sudah makin semwarut membuat pemerintah Kota Kairo berencana memindahkan empat Kantor kementrian di Qasr Al Aini ke kawasan utara kota. Perkantoran di bilangan Tahrir juga akan dirubahfungsikan menjadi perpustakaan dan pusat kegiatan seni budaya. Hal ini disampaikan Gubernur Kairo, Dr. Abdel Azim Wazir dalam simposium di Universitas Ain Syams.
Wazir menambahkan, bahwa kepemilikan 6 juta mobil di Kairo disinyalir sebagai penyebab seringnya kemacetan lalu lintas. Jauh diatas kapasitas ideal 500 ribu kendaraan roda empat yang bisa ditampung kota ini. Baca selengkapnya http://www.almasry-alyoum.com/article2.aspx?ArticleID=190945
20 Desember 2008
Koneksi internet di Mesir dan beberapa negara timur tengah mengalami gangguan dua hari terakhir akibat putusnya 3 kabel bawah laut di selatan Pulau Sicilia, Italia. Sumber resmi dari Kementrian Komunikasi Mesir menyebutkan bahwa kabel flag, smw 3 dan smw 4 putus kemarin Jum'at (19/12) tanpa sebab yang jelas. Peristiwa serupa pernah terjadi Januari silam dan sampai sekarang juga belum diketahui penyebabnya.
Menteri Telekomunikasi dan Teknologi Informasi, Dr. Kamil Thariq menjelaskan bahwa usaha perbaikan sudah mencapai 80%. Diharapkan dalam 12 jam saluran internet dan telepon internasional sudah pulih. Baca selengkapnya http://www.almasry-alyoum.com/article2.aspx?ArticleID=191103
22 Desember 2008
France Telecom menganggap bahwa penyebab putusnya kabel internet di laut Mediterania berasal dari jangkar kapal atau pergerakan lempeng bumi di bawah laut. Di samping itu, peruasahaan telekomunikasi Prancis tersebut meminta Mesir bertanggungjawab atas perbaikan salah satu kabel yang rusak. Pihak Egypt Telecom sendiri menolak memberikan komentar atas tuntuan itu.
Sejak diberlakukannya jalur koneksi alternatif Sabtu sore, koneksi di Mesir sudah mulai pulih. Menteri Telekomunikasi pun meminta pihak penyedia layanan internet menghimbau para pelanggan untuk tidak melakukan aktivitas download dalam kapasitas besar, seperti film dan mp3. Baca selengkapnya http://www.almasry-alyoum.com/article2.aspx?ArticleID=191505
23 Desember 2008
Sumber resmi Al Azhar menyebutkan bahwa Grand Syeikh Azhar, Syeikh Sayyid Thantawi mengalami tekanan psikologis (stress) akibat tekanan media terhadap jabat tangan Thantawi dengan Presiden Israel Shimon Peres dalam salah satu konfrensi di New York.
Pemeriksaan medis dan radiograf menunjukkan kondisi Thantawi mulai membaik. Thantawi sudah bisa meninggalkan rumah sakit Wadi el Nil minggu ini.
Baca selengkapnya http://www.almasry-alyoum.com/article2.aspx?ArticleID=191640
4 Januari 2009
Unjuk rasa solidaritas terhadap warga Gaza kemarin (3/1) merebak. Puluhan ribu demonstran turun ke jalan-jalan di Provinsi Kairo, Kafr el Sheikh, Beheira dan Sharkia. Mereka menuntut pemerintah memutus hubungan diplomatik dengan Israel dan membuka perbatasan Rafah.
Sementara itu tercatat sudah 102 warga Palestina yang dirawat di rumah sakit Mesir akibat serangan Israel. Sebagian dari mereka menderita luka berat.
Baca selengkapnya http://www.almasry-alyoum.com/article2.aspx?ArticleID=193356
Selasa, 6 Januari 2008
Delegasi HAMAS tiba di Kairo Ahad kemarin (4/1) untuk membicakan langkah selanjutnya untuk menghentikan agresi Israel di Gaza.
Sementara itu aktivis Ikhwan Muslimun menggerakkan beberapa unjuk rasa dimulai dari pusat kota Kairo hingga provinsi-provinsi di Mesir. Pemerintah mengerahkan pasukan keamanan untuk bersiaga di distrik Tahrir sejak pagi untuk mengantisipasi bentrok dan tindakan anarkis.
Baca selengkapnya http://www.almasry-alyoum.com/article2.aspx?ArticleID=193641
Subscribe to:
Posts (Atom)
