| Uwa beraksi di Dapur. Saingan Masterchef |
Mudik kali ini butuh perjuangan lebih karena saya harus menempuh jarak 200 kilometer dalam keadaan sakit. Sungguh tidak nyaman meski hanya duduk manis di samping adik saya yang memegang kemudi. Biasanya jarak segitu bisa ditempuh 4-5 jam. Namun karena kami singgah di beberapa tempat dan saya yang harus sering istirahat kami menghabiskan waktu 8 jam. Apalagi di kecamatan Binuang—100 km dari Banjarmasin—macet sampai 3 kilometer. Maklum di sana ada objek wisata gua Batu Apu yang terkenal itu.
Yang paling berkesan tentu adalah kunjungan ke rumah Uwa. Menurut tradisi Banjar, Uwa atau Julak adalah sebutan bagi kakak dari ayah atau ibu. Uwa dan suaminya memang tidak dikaruniai anak, jadinya setiap para keponakannya datang, beliau menyambut dengan hangat. Syarif, sepupu saya yang sekolah di pesantren Ibnul Amin sampai ketagihan dimanja oleh Uwa. Pantas saja dia betah tinggal jauh dari orang tua di Banjarmasin.