Showing posts with label Bola Kaki. Show all posts
Showing posts with label Bola Kaki. Show all posts

Thursday, May 9, 2013

Superstar di Sarang Mafia



Biasanya, film tentang olahraga akan mengetengahkan tema from zeroto hero, perjuangan seorang biasa yang akhirnya berhasil mencapai tujuanberkat kerja keras. Banyak sekali film bertema pakem macam ini diantaranyaGoal1-3 (Sepakbola), Glory Road (Basket), peraih Academy Awards seperti Moneyball (film baseball yang dibintangi Brad Pitt) dan the Blind Side (American Football) sampai produk lokal Garuda di Dadaku. Tidak ada yang salah dengan tema ini. Banyak pelajaran positif yang bisa diambil terutama perjuangan pantang menyerah dan kesabaran.

Sutradara Andibachtiar Yusuf mencoba sedikit berpaling dari pakem yang sudah lumrah ini. Dalam Hari Ini Pasti Menang, sineas yang juga pengusaha muda ini membuat sebuah dunia sepakbola Indonesia yang benar-benar baru. Lupakanlah sejenak keributan pengurus PSSI beberapa waktu lalu,pertikaian antar suporter hingga tim nasional yang tak kunjung juara. PSSI ala Andi adalah sebuah kesebelasan super power yang disegani. Liga Indonesia adalah liga papan atas Asia. Pemain kita pun bersliweran di klub-klub Eropa. Puncaknya,tim Merah Putih lolos ke Piala Dunia 2014 sampai babak perempat final sebelum takluk di tangan tuan rumah Brazil. Dongeng tak berhenti sampai di sini karena Gabriel Omar Baskoro (Zhendy Zein), penyerang andalan timnas jadi pencetak gol terbanyak di turnamen 4 tahunan itu.

Sepulang dari Brazil, Gabriel—tokoh utama kita—semakin masyhur saja.Gol-gol lahir begitu deras dari sepasang kaki tangkasnya untuk klub Jakarta Metropolitan. Dialah superstar yang ganteng, atletis, angkuh, arogan, bad-boy, suka main perempuan, bintang iklan sekaligus inpirasi bagi kawula muda.Mengingatkan saya dengan karakter Cristiano Ronaldo, pemain termahal dunia yang merumput di Real Madrid. Jika Ronaldo yang bernomor punggung 7 punya inisial CR7, maka Gabriel punya gelar yang tak kalah gahar; GO8! (Baca: Ge-O-Lapan)

Bukan film namanya kalau punya cerita semulusitu. Masalah besar timbul saat GO8 disinyalir terlibat kasus suap dan judi taruhan yang melibatkan mafia kelas kakap di Liga Indonesia. Yang membuat cerita makindilematis, jurnalis olahraga yang menginvestigasi isu yang menghebohkan itu adalah Andien Zulaikha (Tika Puteri), teman GO8 sedari kecil. Andien pun harus rela menerima teror dari pihak-pihak yang ingin wartawati ini tutup mulut.

Friday, December 28, 2012

Memuja Rok Mini?


Fatih Terim
 
 "Statistics are like mini-skirts, they don't reveal everything."
"Statistik seperti rok mini. Masih ada hal yang tidak terungkap"

Fatih Terim, pelatih Galatasaray (Turki) membikin perumpamaan saat ditanya mengenai rekor kandang mereka yang buruk. Saat itu Galatasaray akan menghadapi CFRCluj di Liga Champions Eropa.  

Statistik sering dijadikan patokan, padahal semua bisa terjadi di lapangan. Permerintah kita sering mengagung-agungkan statistik yang memuja ekonomi dan demokrasi Indonesia. Padahal....

Monday, December 17, 2012

12 Tahun Fair Play Paolo di Canio

Dua belas tahun silam, 16 Desember 2000. Liga Inggris.

Berawal dari serangan dari sisi kanan, aksi pemain West Ham membuat penjaga gawang Everton, Paul Gerrard terjatuh. Bola pun dikirim ke Paolo di Canio yang berpeluang menceploskan bola

ke gawang kosong. Alih-alih mencetak gol, penyerang asal Italia yang terkenal bengal ini malah menangkap bola dan meminta wasit menghentikan pertandingan.

Di Canio menunjukkan tindakan sportif atas cedera yang menimpa Gerrard. Hal ini membuat Di Canio diganjar Fair Play Award oleh FIFA tahun 2001. Padahal dua tahun sebelumnya, pria kelahiran 1968 ini mendapat sanksi 11 pertandingan dan denda 11.000 Poundsterling karena mendorong wasit hingga jatuh.
Manusia terjahat sekalipun tidak ada yang 100% buruk, pasti ada sisi baiknya. Begitu pula sebaliknya.

Wednesday, December 5, 2012

Masa Depan Cerah Timnas



Peluit bertiup dari mulut wasit asal Uzbekistan. Pertandingan berakhir. Dua gol yang bersarang di gawang Indonesia dalam jangka waktu di babak pertama tidak bisa dibalas sama sekali. Tuan rumah  Malaysia bersorai, sedangkan pemain dengan emblem garuda di dada tertunduk. Begitu pula jutaan rakyat Indonesia yang menonton dari siaran langsung. Kesebelasan garuda tersingkir dari Piala AFF 2012, tak bisa ditawar lagi.

Ini bukan kali pertama kita kalah dari tetangga yang sekaligus musuh bebuyutan itu. Tidak ada kekecewaan berlebih. Apalagi mengingat konflik seruwet benang kusut yang menggelayuti PSSI, timnas juga kena imbasnya.Toh dengan komposisi pemain ‘seadanya’, tim ini sempat menyiratkan secercah harapan.

Tuesday, November 20, 2012

Al Ahly Juara Afrika 2012

Sepakbola Mesir kembali bangkit setelah Al Ahly berhasil merengkuh gelar juara Liga Champions Afrika, Sabtu (17/11). Tim yang berbasis di Kairo ini berhasil menundukkan tuan rumah Esperance 2-1. Hasil ini membuat Ahly unggul agregat 3-2. Sebelumnya kedua tim bermain imbang di kandang Ahly.

Mohammed Nagy "Gedo" dan Walid Solaiman membawa tim tamu berada di atas angin sebelum Yannick N'Djeng memperkecil kekalahan lima menit sebelum akhir laga.

Gelar ini adalah raihan ke 7 Al Ahly selama sejarah kejuaraan yang mempertemukan para juara liga sepakbola dari Benua Hitam tersebut. Torehan ini juga disambut oleh rakyat Mesir sebagai obat penawar atas krisis sepakbola yang melanda negeri ini setahun terakhir. Liga Utama Mesir sempat dihentikan menyusul tragedi yang menewaskan tidak kurang dari 70 orang suporter sepakbola di Port Said, Februari lalu.


Para suporter Ultras Al Ahly menolak untuk merayakan kemenangan ini secara berlebihan, untuk menghormati para korban yang meninggal. Selain itu, Mesir dalam keadaan berkabung setelah baru-baru ini terjadi kecelakaan fatal di Provinsi Asyout. Tragedi ini menewaskan sedikitnya 50 anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah.

Saturday, November 17, 2012

Indonesia vs Kamerun (0-0): Main Bola Lawan Robocop!


Laga ujicoba antara Indonesia melawan Kamerun berakhir imbang tanpa gol. Bertanding di SU Gelora Bung Karno, Sabtu sore (17/11), Kamerun menurunkan pemain-pemain muda yang 90% bermain di liga lokal

Begitu lagai akan dimulai, para pemain memasuki lapangan. Betapa terkejutnya saya melihat penampakan pemain Kamerun. Tubuh mereka menjulang tinggi besar. Otot-ototnya menonjol seperti bongkahan batu, mirip Robocop! Tidak lama setelah peluit dibunyikan, sudah ada pemain timnas yang terjungkal. Okto Maniani yang mungil (dan imut) terpelanting begitu beradu badan dengan pemuda-pemuda Kamerun. Untung saja penyelesaian akhir Kamerun yang mendominasi di sepanjang babak pertama tidak sempurna, ditambah kiper Endra Prasetya yang gemilang. Jika tidak, entah berapa gol yang bersarang di gawang  timnas.

Memasuki babak kedua, permainan Indonesia di babak kedua membaik. Sempat beberapa kali mengancam pertahanan lawan dan membuat lini belakang Kamerun kalang kabut.

Pertandingan melawan Singa Afrika ini adalah ujicoba terakhir sebelum turun di kejuaraan Piala AFF 2012 yang akan dimulai pekan depan. Berikut sedikit ulasan saya mengenai permainan timnas tadi sore:

Widodo vs Zlatan

Gol Widodo Cahyono Putro
 
Gol Zlatan Ibrahimovic


Publik sepakbola baru-baru ini dicengangkan gol salto spektakuler penyerang Swedia, Zlatan Ibrahimovic ke gawang Inggris. Zlatan mengundang decak kagum karena melakukannya dari jarak 24 meter dari gawang yang dijaga Joe Hart.

Gol yang tak kalah spektakuler juga pernah dilesakkan oleh striker Indonesia, Widodo Cahyono Putro di Piala Asia 1996. Saat itu pemain bertubuh mungil ini membuat Merah Putih unggul sementara 1-0 di menit '20 atas Kuwait dalam partai yang berakhir seri 2-2 itu.

Selamat menyaksikan!

Thursday, November 15, 2012

Rapor Pemain: Indonesia vs Timor Leste (1-0)



Memang enak jadi penonton bola. Kalau tim kesayangan berjaya dengan kemenangan, gembiranya setengah mati. Kalau kalau melulu, dengan mudah mencaci maki, lalu analisa pertandingan dan sok ribut-ribut membahas strategi.

Itulah sepakbola. Olahraga yang populis ini memang jadi pujaan jutaan umat manusia di muka bumi, termasuk negeri kita, termasuk saya juga. Penggemar bola malah sudah melebihi jumlah fans fanatik bulutangkis yang jelas-jelas sudah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Yah… sepakbola bukan hanya tentang torehan piala dan medali. Sepakbola adalah drama dan cinta! Wow.

Saturday, August 20, 2011

Ramainya Baku Hantam Ozil vs Villa

Ozil dan Villa dilerai rekan setim
Barcelona meraih gelar Piala Super Spanyol 2011 setelah menaklukkan musuh bebuyutannya Real Madrid 3-2 (Agregat 5-4). Pertandingan berjalan alot dan keras. Pelatih Madrid, Jose Mourinho menerapkan pressing ketat untuk meredam permainan kolektif Barcelona. Selain 5 gol yang tercipta di stadion Camp Nou Barcelona, wasit juga harus merogoh 3 kartu merah. Satu kartu merah untuk bek kiri Madrid, Marcelo yang mengganjal Fabregas. Sedang dua lainnya untuk Mesut Ozil (Madrid) dan David Villa (Barca) yang berkelahi. Sebenarnya mereka berdua sudah berada di bangku cadangan dan diganti pemain lain. Namun karena ada insiden pengusiran Marcelo, entah kenapa mereka baku hantam.


Besoknya di dunia maya (19/8) beredar isu bahwa Ozil tersulut emosinya karena David Villa menghina agama Islam yang dianutnya. Melihat berita tersebut mulai berkembang di dunia internet saya langsung mengubek-ubek Google. Kata kunci “David Villa insult Ozil religion Islam” saya tuliskan. Hasilnya memang situs football.fr melaporkan kejadian itu. Situs-situs lain pun (kebanyakan situs berita kecil) mengutip berita dari football.fr. Karena penasaran, saya buka juga website Marca & As, dua media olahraga terkemuka Spanyol. Hasilnya nihil. Saya tidak—atau belum—menemukan adanya berita tersebut Yang ada, hanya tentang perkelahian mereka berdua hingga berujung kartu merah.

Monday, May 2, 2011

Manusia Karet

Keterangan Foto: (1) Hazem Emam di Al Jazeera Sport (2) Hazem berkostum De Graafschap, persis seperti dalam poster di Bola (3) Hazem di Udinese
Sungguh tidak disangka, lelaki yang menjadi bintang tamu dan analis dalam siaran rutin sepakbola Liga Italia di Al Jazeera Sport itu adalah si Manusia Karet. Lelaki Mesir bernama asli Hazem Emam ini ternyata sudah gantung sepatu.

Saya masih ingat ketika tabloid olahraga Bola mengangkat profil Hazem Emam dalam suatu edisi akhir tahun 1999 (kalau tidak salah). Satu halaman penuh untuk membahas Hazem Emam dengan judul yang tertulis besar: ‘Manusia Karet dari Mesir’. Lengkap dengan poster satu halaman. Sekarang tabloid-tabloid itu sudah dijual kiloan oleh ibu saya ke tukang loak.Bikin penuh rumah, kata beliau. Apalagi tumpukan koran dan majalah itu jadi makanan empuk buat rayap.

Friday, January 21, 2011

Menyeru Jakarta

Tulisan ini terlambat diposting hampir dua tiga minggu dari waktu penulisan. Sebenarnya saya sudah menulisnya malam final leg kedua.
Pasca kekalahan 0-3 final pertama saya sudah punya firasat; Indonesia gagal juara. Bagaimana tidak, Merah Putih harus menang dengan selisih empat gol. Tahu sendirilah, Malaysia diramal akan bermain bertahan, mengamankan keunggulan agregat. Terlebih lagi, para pemain Malaysia bermain baik, lebih disiplin dari duet Hamka dan Maman yang sering salah sendiri.

Terlepas dari insiden ‘laser’ di Kuala Lumpur, Indonesia memang bermain buruk. Jikalau tidak ada kejadian yang memaksa wasit menghentikan laga tersebut, saya yakin kita tetap kalah. Mental timnas mendadak jatuh setelah blunder fatal Maman yang berujung gol.

Sunday, October 31, 2010

Markus Murah Senyum

Markus Haris Maulana

Lihatlah dalam tayangan kiper-kiper tenar dunia seperti Oliver Kahn, Gianluigi Buffon atau Edwin van der Saar, tidak segan-segan berteriak membentak para pemain belakang. yang tidak becus menjaga pertahanan. Baik ketika diserang tim lawan atau kebobolan gol.

Tapi Markus Haris Maulana, penjaga gawang no. 1 tim nasional sepakbola Indonesia lain dari yang lain. Di saat-saat genting, dia masih sempat tersenyum. Sebenarnya tidak terlalu tepat disebut tersenyum, mungkin cuma “menyengir”.

Kemurahan senyum Markus tidak hanya ketika membela panji tim nasional. Saat bermain untuk klubnya PSMS, Arema sampai saat ini Persib Bandung, kebiasaan itu tidak hilang.

Karir Markus mencuat saat dipercaya pelatih Ivan Kolev tampil melawan Korea Selatan di ajang Piala Asia 2007. Saat itu kita hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke babak perempat final. Malang, partai terakhir penyisihan grup Merah Putih harus menghadapi Korsel.

Gianluigi Buffon

Kebetulan saya sempat menonton pertandingan tersebut melalui siaran langsung. Bulu kuduk merinding. Putih mendominasi stadion. Kontras dengan dua pertadingan pertama dimana Stadion Gelora Bung Karno dipenuhi warna merah. Melawan tim Ginseng, Indonesia kebagian jatah memakai kostum putih karena Korea memperoleh kesempatan warna merah. Toh tidak mengapa, warna putih kan bagian dari bendera sang saka juga. Presiden SBY dan ibu Ani Yudhoyono juga turut hadir, memakai baju warna putih.

Hasil akhir: Indonesia takluk 0-1. Kalau bukan karena Markus yang berjibaku meloncat kesana kemari, mungkin Korea sudah pesta gol. Sejak saat itulah Markus selalu hadir di bawah mistar. Walau sering melakukan kesalahan vital (salah satunya saat dikalahkan Syiria 1-4 dalam kualifikasi Piala Dunia 2007) dan terlalu berani meninggalkan sarangnya, Markus tetap tak tergantikan.

Dalam kekalahan tragis dari Uruguay, Markus juga jadi penyelamat. Beberapa kali melakukan aksi gemilang, mencegah Luis Suarez dkk berpesta lebih dari 7 gol.

Alasan Markus

Iseng-iseng, pernah saya berbincang dengan seorang teman. Kami berdiskusi tentang arti di balik senyum seorang Markus.

  • Mengamalkan petuah dai kondang KH. Abdullah Gymnastiar. Ulama asal Bandung yang tenar dengan sebutan Aa Gym ini menitikberatkan kepada pensucian hati Istilah kerennya Manajemen Qalbu. Sebenarnya bukan Aa Gym saja yang menganjurkan senyum sebab menebar senyum memang dianjurkan dalam Islam. “Senyum-mu kepada saudara-mu adalah sedekah” demikian sabda Rasulullah SAW.
  • Mempunyai atau paling tidak pernah melihat kaos oblong bikinan Dagadu Djokdja tentang senyum. Kebetulan saya punya kaos model begini. Tulisannya:

“Senyum. Sesuatu yang indah dengan investasi 00,0 Rupiah.

Senyum. Kalau mau dapat kita lakukan setiap saat.

Senyum. Welcome di seluruh dunia. Apalagi di Djokdja.

Senyum. Senyum lebar rezeki lancar.”

  • Membayangkan kehidupan bahagia penuh kasih sayang setelah nikah dengan tunangannya. Markus memang sudah bertunangan dengan artis dan fotomodel Kiki Amalia. Rencananya perkawinan mereka akan berlangsung dalam waktu dekat.
  • Mencoba menghibur rekan setimnya agar terus semangat meski kalah dalam pertandingan.
  • Menunjukkan bahwa Markus adalah seorang penyabar dan memiliki mental yang kuat. Tidak cepat marah dan panik.
  • Markus memiliki kemampuan supranatural melihat masa depan. Markus melihat Indonesia menjuarai Piala Dunia sekian tahun yang akan datang. Oleh karena itu dia tersenyum.
  • Mengetahui bahwa anda membaca tulisan ngawur ini!

Wallahu’alam. Garuda di Dadaku!

Sunday, October 17, 2010

Fans yang Gelisah: Mencari Urat Malu


Sedih dan kesal bercampur aduk. Tim nasional sepakbola Indonesia untuk kesekian kalinya gagal menang. Mau marah tidak ada gunanya. Ya… jelas-jelas lawan kita hari Jum’at (8/10) kemarin adalah Uruguay, peringkat empat Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Sedangkan tim Merah Putih ada di rangking 131.

Sebagian besar pemain Uruguay merumput di klub-klub Eropa. Nama beken seperti Luis Suarez (Ajax), Edison Cavani & Walter Gargano (Napoli), Diego Lugano (Fenerbache), Muslera (Lazio), Martin Caceres (Sevilla FC) atau Jorge Fucile (Porto) tentu akrab di telinga para penggila sepakbola. Merekalah aktor pembantaian timnas kita 1-7.

Harapan saya sempat melambung tinggi ketika di menit ke 17, Boaz Salossa lolos dari pengawalan Uruguay dan berhasil menipu kiper Castillo. 1-0! Saya dan kawan-kawan di flat yang menonton siaran langsung lewat streaming internet tercengang. Jangan-jangan ini mimpi, atau hanya skenario pemain Uruguay supaya tuan rumah terhibur.

Uruguay tersentak. Mereka mulai bermain serius, seakan-akan menghadapi Jerman dalam semifinal Piala Dunia kemarin. Indonesia terkurung dalam daerah pertahanan sendiri. Untung saja, penjaga gawang Markus sukses menahan beberapa gempuran Uruguay yang membabi-buta. Meski begitu sang tamu berhasil menceploskan dua gol. Babak pertama ditutup 2-1 untuk Uruguay.

Babak kedua dimulai. Inilah saat-saat tragis itu. Lima kali gawang Markus bergetar.Setiap kali Uruguay mencetak gol para suporter kita meneriakkan yel-yel; “Nurdin… turun…! Nurdin… turun…!”. Sudah lama Nurdin Khalid, ketua PSSI disorot. Lelaki asal Makassar ini dinilai tidak becus dalam memimpin sepakbola Indonesia. Selain kekalahan versus Uruguay, beberapa minggu sebelumnya kesebelasan junior Indonesia harus takluk dari Timor Leste, anak bawang dalam percaturan ASEAN.

Yang paling santer terdengar adalah kasus korupsi Bulog yang membuatnya meringkuk di bui tahun 2007 silam. Sampai-sampai Sepp Blater presiden FIFA—federasi sepakbola dunia—harus ikut campur. Namun pendirian pria kelahiran 1958 ini tetap tak tergoyahkan, tetap bercokol di kursi panas PSSI, mengendalikan organisasi dari balik jeruji.

Mungkin apa yang diutarakan pengamat sosial kemasyarakatan, Tubagus Januar Soemawinata adalah nyata. Janura menilai pejabat di Indonesia tidak punya ‘urat malu’ sehingga tidak bakal mau undur diri dari jabatannya sebagai rasa pertanggungjawaban apabila terjadi bencana ataupun berbuat kesalahan atas kebijakannya,.

Masih hangat Agustus silam ketika Kim Tae-ho perdana menteri Korea Selatan meletakkan jabatannya. Padahal Kim baru terkena “dugaan” korupsi. Hanya dugaan.

Beberapa bulan sebelumnya Horst Koehler, Presiden Jerman mengundurkan diri akhir Mei lalu. Pengunduran diri Koehler terjadi akibat salah omong dalam wawancara dengan stasiun radio usai kunjungan ke Afghanistan. Koehler menyebutkan bahwa keterlibatan militer Jerman di Afghanistan sebagai keterpaksaan. Jerman terpaksa ikut mengirim tentara ke Afghanistan guna mengamankan kepentingan ekonominya. Langsung saja, kritik datang bertubi-tubi dan buntutnya Koehler harus lengser.

Sudah malam. Jadi ngantuk…. Lain kali kita sambung lagi.

NB: Tetapi bukan Indonesia sendiri yang sedang ada dalam titik rawan. Mesir, juara Afrika tiga kali berturut-turut sedang terancam gagal lolos ke Piala Afrika 2012 di Gabon dan Guinea Equatorial. Kesebelasan Fir’aun secara mengejutkan takluk oleh Niger pada partai kedua kualifikasi. Pada pertandingan pertama, Sierra Leone sukses menahan imbang Mesir yang bermain di lapangan keramat Cairo Stadium.

Pelatih bertangan dingin Hassan Shehata menolak asumsi bahwa Mesir dalam krisis. “Jalan masih panjang. Masih ada empat pertandingan ke depan,” ujar laki-laki berkumis tebal ini di stasiun televisi Al Jazeera.

Sakr Koresh, 16 Oktober 2010. Delapan hari setelah kekalahan mengenaskan itu.

Monday, August 30, 2010

Kuliner Ala Bambang Pamungkas

Tidak sengaja aku mampir ke blog pribadi Bambang Pamungkas, penyerang tim nasional sepakbola Indonesia. Ternyata Bepe (panggilan Bambang) punya hobi menulis. Tulisan-tulisan di blognya cukup menarik dari opini tentang sepakbola sampai cerita-cerita keluarganya.

Selain itu, Bepe ternyata juga seorang "laskar kuliner". Punya hobi memasak dan makan. Berikut catatan kecil Bepe tentang tempat-tempat favoritnya dalam memuaskan dahaga kuliner di Indonesia dan luar negeri:

Sebagai pemain sepak bola tentunya saya sering melakukan perjalanan ke berbagai daerah baik di dalam maupun di luar negeri, tujuan utama saya tentunya untuk memperkuat tim saya dalam melakukan pertandingan, baik kompetisi resmi atau hanya sekedar melakukan ujicoba. Dan sebagai peminat makanan, sudah pasti disetiap kesempatan saya melakukan traveling saya selalu menyempatkan diri untuk berburu makanan-makanan yang istimewa, mulai dari yang di pinggiran jalan, gerobak-gerobak, bistro, sampai ke mall-mall. Maka dari itu dalam bagian “Pojok Kuliner” ini saya ingin berbagi pengetahuan tentang tempat-tempat makan yang menurut saya istimewa, dan mungkin juga bisa menjadi rekomendasi buat Anda semua..

  1. Gudeg Koyor Mbak Tun, Salatiga
    Tempatnya tepat di depan pintu gerbang SMAN 1 Salatiga. Yang istimewa dari tempat ini adalah koyornya pedes, empuk dan tentunya nikmat. Sebagai salah satu siswa SMAN 1 Salatiga tentunya hampir satiap hari saya menikmati Gudeg ini..
  2. Nasi Goreng Babat Iso, Salatiga
    Tempatnya di pojokan pertigaan Gendongan sebelah kiri jalan. Yang spesial dari tempat ini adalah nasi goreng babat iso petenya walaupun tempatnya tradisional, tergolong murah, tapi mengenai rasa bisa dijamin puas apalagi petenya bisa nambah sendiri sesuai selera he he he..
  3. Tahu Petis, Salatiga
    Makanan ini sangat mudah dijumpai di sepanjang jalan Jend. Sudirman, Salatiga, ketika sore mulai menjelang. Yang istimewa adalah petisnya yang berbeda dengan petis-petis di kota lain karena menggunakan cumi sebagai bahan dasar. Ketika masih panas dan dimakan dengan cabe rawit hijau rasanya sangat luar biasa..
  4. Soto Gotho, Salatiga
    Untuk mencapai tempat ini memang sedikit membutuhkan perjuangan, karena tempatnya di dalam area pertokoan barang bekas yang di sana dikenal dengan Shoping. Kuahnya yang kental dan rasanya yang nikmat menbuat perjuangan untuk mencapai tempat ini menjadi tak sia-sia..
  5. Soto Padang, Simpang Raya Padang
    Tempatnya di Simpang Lima Raya Padang, depan Hotel Pangeran. Setiap saya singgah ke Padang, tempat ini pantang untuk dilewatkan, irisan daging sapinya yang garing membuat Ismed Sofyan yang sebelumnya tidak suka soto padang menjadi ketagihan..
  6. Lontong Kikil Gresik
    Lokasinya di lingkar luar Gor Tridharma Gresik. Makanan ini sangat istimewa, kuahnya yang kental dan kikil halusnya yang empuk membuat saya selalu menghabiskan 3 porsi setiap saya mampir ke tempat ini..
  7. Depot Tempe Penyet Nyaman Surabaya
    Berada di Jl. Pompa samping Tunjungan Plaza. Kelebihan dari tempat ini adalah sambel terasi dicampur dengan mangga mudanya yang memang no. 1. Setiap kali datang ke Surabaya, saya selalu mampir ke tempat ini. Dan jika Anda berkesempatan mampir ke sana, Anda akan melihat foto saya dan pemain Persija lainnya bersama dengan ibu yang punya warung he he he..
  8. Ketoprak Wahid, Jakarta
    Tepat di gerbang keluar Hotel Sahid Jaya sebelah kiri, terdapat gerobak ketoprak yang ada setiap sore hingga malam, walaupun agak sedikit mahal untuk ukuran kaki lima, tetapi rasanya memang sepadan. Yang istimewa disini adalah rasa jeruk sambelnya yang sangat terasa..
  9. Resto Mbah Jingkrak, Jakarta
    Bertempat di depan GOR Bulungan, Blok M, resto khas Jawa ini menyediakan semua masakan yang pedas-pedas sehingga sangat memanjakan orang-orang yang gila cabe seperti saya..
  10. Ikan bakar Potere, Makasar
    Saya pertama ke tempat ini diajak oleh Ponaryo Astaman. Ikan bakar di sini sangat fresh karena memang tempatnya dekat dengan pelabuhan. Dan yang paling lezat adalah sambel dan sopnya yang wah, memang luar biasa..
  11. Tengkleng Pak Manto, Solo
    Tempat ini berada di Jl. Ongkowongso Pasar Kembang, Solo, tepatnya di depan restourant padang sederhana. Kelebihan tengkleng di sini, dagingnya tidak terlalu berbau kambing (prengus). Tengkleng sun-sumnya luar biasa apalagi porsinya banyak, memang pas buat ukuran atlit he he he..
  12. Soto Daging Sapi Pak Keman Solo
    Dahulu Tempatnya di depan Polres Serengan, akan tetapi sekarang pindah ke sebelah selatan perempatan serengan. Harus saya katakan rasa soto ini memang luar biasa, apalagi ditambah babat gorengnya..
  13. Bebek Goreng Pak Slamet, Solo
    Bertempat di depan Makro Tipes. Bebek goreng ini selalu dipadati pembeli. Yang spesial dari tempat ini adalah sambel bawangnya yang seger dan bikin berkeringat, apalagi kepala bebeknya yang gurih banget..
  14. Kerang Rebus Kapuas, Medan
    Tempatnya sedikit agak tersembunyi, yaitu di samping rel kereta api di Jalan Kapuas, Medan. Kerangnya gedhe-gedhe dan sambelnya pas banget, setiap saya mampir kesini 5 porsi terasa belum cukup..
  15. Mie Rojali, Banda Aceh
    Mie Rojali sudah sangat melegenda di Aceh, dan ketika saya pertama mencobanya harus diakui memang rasanya nomor wahid, apalagi kalau minumnya jus pinang, wah, well done he he he. Tempat ini mudah dijumpai di seluruh Aceh, karena memang cabangnya banyak banget..
  16. Sate Matang, Banda Aceh
    Tempatnya di Rek atau tempat makan lesehan gaya Aceh yang berada di pusat kota Banda Aceh. Sate dan sop kambingnya luar biasa, ada yang bilang bumbunya menggunakan “daun Aceh” tapi pastinya saya sendiri kurang tahu..
  17. Ipoh Mie, Kuala Lumpur
    Tempat ini berada di Food Courd Level 3 Menara KLCC, Kuala Lumpur. Mie kuahnya rasanya susah untuk digambarkan apalagi dibubuhi irisan cabe rawit, wuih.., pedes banget..
  18. Hainan Chicken Rice, Kuala Lumpur
    Tempatnya sama dengan Ipoh Mie. Ayamya enak banget apalagi yang barberque dan nasinya itu loh bumbunya terasa banget..
  19. Ikan Bakar Yasmin, Jayapura
    Ikan bakar ini berada di depan Hotel Yasmin Jayapura. Yang spesial disini adalah tengiri bakar dengan sambel kecap yang sudah dicampur cabe dan bawang merah, rasanya fresh dan kata Pak Bondan “Mak Nyus”..
  20. Laksa Queens Way Plaza, Singapore
    Awalnya, tujuan saya ke plaza ini untuk mencari sepatu bola, karena tempat ini memang khusus menjual alat-alat olahraga, akan tetapi ternyata di tengah gedung ini ada Laksa Singapore yang luar biasa lezat, kuahnya sangat kental dan berasa ikannya..
  21. Soto Ceker Blok M., Jakarta
    Tempatnya di depan Sekolah Vokal (Bina Vokalia, Gandaria), tempatnya memang sederhana tetapi rasa sotonya tidak sederhana terutama cekernya yang empuk banget, tinggal diemut sudah rontok sendiri..
  22. Ayam Bakar Babe Lili, Jakarta
    Ayam bakar ini letaknya sekitar 100 M dari Hotel Cemara ke arah Tugu Tani. Ayam bakarnya luar biasa disamping itu ikan dan kambing bakarnya juga tak ada duanya..
  23. Sate Ayam Pertok, Jakarta
    Berada di bunderan dalam pemukiman elit Pondok Indah, disini banyak sekali jenis makanan yang di sajikan, tapi menurut saya sate ayamnya tetap tujuan utama..
  24. Soto Betawi Bang Idris, Jakarta
    Terletak di jalan raya Petamburan, di depan Hotel Santika Jakarta. Kelebihan soto betawi ini disamping memang rasanya nikmat, pengunjung juga dipersilahkan untuk memilih sendiri daging yang ingin dicampur dengan kuah sotonya. Apalagi tempat ini buka 24 jam, jadi kapan saja kita lapar, tempat ini selalu siap untuk dikunjungi..
  25. Sate Kembar Baturetno, Wonogiri
    Bagi kami (warga Baturetno, Wonogiri) sate kembar sangat terkenal mulai dari zaman bapak dan ibu saya. Kelezatan satenya sudah sangat melegenda..
  26. Bebek Rica-Rica Jakarta
  27. Ani Soup Alam Central, Kuala Lumpur
    Berada di lantai bawah Plaza Alam Central Shah Alam. Sebenarnya makanan ini seperti soto betawi di Indonesia, tetapi yang unik adalah makanan ini dimakan dengan menggunakan sambal terasi dan telor asin, terdengar aneh memang, tetapi kalau Anda sudah mencoba dijamin pasti akan kembali lagi.
  28. Fatty Crab Kuala Lumpur
    Letaknya di depan Kelana Jaya Futsal Kompleks. Kepiting saus cabenya luar biasa, apalagi dimakan menggunakan roti tawar bakarnya dan yang lebih istimewa disini adalah sayap ayam gorengnya, wah, tiada duanya..
  29. King Crab, Kuala Lumpur
    Tempatnya berada di seberang stasiun kereta Kelana Jaya. Yang spesial dari tempat ini adalah kepiting keju dan kepiting pedas asinnya, wah, top banget..
  30. Nasi Uduk Kebon Kacang, Jakarta
    Jika Anda memasuki daerah Kebon Kacang tidak sulit untuk menemukan nasi uduk ini karena memang sangat terkenal, nasi uduknya enak banget dan lauknya bisa pilih sendiri, semuanya disajikan panas-panas apalagi usus sapi gorengnya gurih banget.
Aku juga punya beberapa rekomendas kuliner.... Tunggu kelanjutannya :)

Monday, July 12, 2010

Spanyol Juara Dunia Baru!

Kapten Tim Nasional Sepakbola Spanyol, Iker Casillas dan pelatih Vicente del Bosque menenteng trofi Piala Dunia setibanya di Spanyol. Spanyol meraih gelar dunia pertamanya setelah malam tadi menumpas perlawanan Belanda 1-0 melalui perpanjangan waktu. Adalah gelandang asal klub Barcelona, Andres Iniesta yang menjadi pahlawan dengan gol semata wayangnya di menit 116.

Dua luapan emosi pasca peluit final: Wesley Sneijder, kiri (Belanda) & Carles Puyol (Spanyol)




Friday, June 18, 2010

Curhat Jum’at: Pundi Gol Pecah Juga

Supporter Amerika Serikat

18 Juni 2010, pukul 16.39

Yang ditunggu-tunggu dari ajang terakbar olahraga bola kaki ini adalah permainan indah menghibur dan gol! Tapi seminggu sudah Piala Dunia digelar dari Afrika Selatan, tidak banyak gol yang tercipta. Rata-rata pertandingan tidak lebih dari 2 gol kalau tidak menang tipis 1-0, seri dengan skor kacamata 0-0 atau berbagi angka 1-1.

Memang ada beberapa pertandingan seperti Jerman yang melibas Australia 4 gol tanpa balas atau tuan rumah Afrika Selatan yang digunduli 0-3. Namun di kedua partai tersebut, wasit mengusir salah satu pemain tim yang kalah sehingga kekuatan tidak seimbang.

Namun sehari sebelum menulis artikel ini, Argentina berhasil memecah kebuntuan gol. Tim Tango membantai Korea Selatan 4-1. Kali ini tanpa kartu merah. Mudah-mudahan saja tren ini terus bertahan sehingga banyak gol tercipta.

Banyak kejutan juga terjadi pada tim-tim favorit. Sebut saja Inggris yang ditahan imbang “sekutunya” Amerika Serikat, kekalahan Spanyol dan Prancis, serta kemenangan Jepang.

Tim-tim Asia sejauh ini tampil cukup impresif. Mungkin hanya Australia yang bertekuk lutut pada pertandingan pertama. Korea Selatan sukses mengalahkan Yunani 2-0 sedangkan Jepang menjinakkan Kamerun. Satu lagi, walau kalah, Korea Utara berhasil membuat Brasil kerepotan.

Hidup di luar negeri tidak seenak Indonesia, terutama yang menyangkut siaran langsung sepakbola. Kami se-flat harus patungan membeli televisi dan langganan tv kabel. Itupun tidak semua pertandingan disiarkan. Kalau mau nonton terpaksa ngacir ke cafe atau streaming dari Internet. Ditambah lagi, diktat yang bertumpuk sebagai materi ujian. :(

Friday, January 15, 2010

Menanti Kejutan Benua Hitam

Kejutan dan kejutan. Turnamen Sepakbola Piala Afrika 2010 di Angola baru dibuka secara resmi 3 hari yang lalu, tapi hal-hal tak terduga seperti tak henti datang.

Dimulai oleh kasus penembakan bus tim nasional Togo yang menewaskan dua orang dan mencederai beberapa lainnya. Ulah para pemberontak di daerah Cabinda memaksa pemerintah Togo memanggil para pemain kembali ke negaranya. Emmannuel Adebayor dkk mau tak mau harus absen dari kejuraan ini demi keselamatan nyawa mereka.

Tak berhenti sampai disitu, pertandingan pembuka antara tuan rumah Angola dan Mali membikin bulu kuduk merinding. Delapan gol terjadi saat tuan rumah rela kehilangan kemenangan yang sudah di depan mata. Dengan heroik, Mali bisa menyamakan kedudukan saat tertinggal 0-4. Yang membuat geleng-geleng kepala, empat gol itu terjadi begitu saja dalam waktu 12 menit terakhir babak kedua!

Dua hari setelahnya, Aljazair yang sudah memastikan lolos ke Piala Dunia dilidas “tim antah berantah” Malawi tiga gol tanpa balas. Hal bertolak belakang 180 derajat diraih Mesir saat mengkandaskan Elang Super Nigeria 3-1.

Pertanyaan sempat kembali mengemuka: siapa yang lebih pantas masuk Piala Dunia 2010, Mesir atau Aljazair? Entah. Padahal, babak play-off kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Afrika antar kedua negara yang panas dan sarat kontroversi sepertinya baru saja berlalu. Aljazair harus melalui perjalanan ‘berdarah-darah’ untuk lolos ke pesta empat tahunan sepakbola terakbar sejagat itu. Penyerangan bus tim nasional Aljazair di Kairo dan isu kekerasan terhadap pendukung Mesir di Khartoum, Sudan masih terngiang anyirnya.

Kedua kesebelasan pun sudah saling balas-membalas kemenangan di kandang masing-masing. Pertandingan penentu akhirnya digelar di tempat netral. Stadion Omm Durman, Sudan pun jadi saksi akhir segala prahara ini. Gol cantik Antar Yahia memanfaatkan umpan panjang Karim Ziani membuat membuat pesta berkobar di Aljazair.

Inkonsistensi Firaun
Ngomong-ngomong
tentang Mesir, cap jago kandang benua Afrika sepertinya layak disematkan kepada anak asuh Hassan Shehata ini. Bagaimana tidak, para Fir’aun begitu perkasa di benua hitam dengan titel 6 kali juara Afrika. Padahal komposisi mereka tak seglamor tim nasional lain yang bertabur bintang liga Eropa macam Nigeria, Aljazair, Kamerun, Pantai Gading atau Ghana. Anehnya, ketika berlaga di kancah internasional, mereka melempem seperti kerupuk terkena air. Yah, sekali lagi, bola itu bundar.

Kembali lagi tentan Piala Afrika, semoga saja kejutan terus berlanjut. Kita nantikan apa lagi yang akan terjadi sampai final tanggal 30 Januari mendatang.

Wednesday, January 6, 2010

Siaran Langsung Indonesia vs Oman

Pertandingan Oman vs Indonesia leg pertama yang berkesudahan 0-0

Indonesia vs Oman

Disiarkan Langsung RCTI dari Stadion Utama Gelora Bung Karno
Waktu: jam 18:00 - 20:30 Waktu Indonesia Barat/ 13.00-15.30 Waktu Kairo

NONTON LIVE STREAMING dari INTERNET
http://imediabiz.tv
http://watchs-tv-online.blogspot.com/search/label/RCTI%20TV%20Online#
http://www.binus-access.com/our-services/bee-watch.html


Nasib Tim Nasional Sepakbola Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2011 terancam. Bagaimana tidak, Dari empat pertandingan, Merah Putih hanya meraup poin tiga, hasil dari tiga kali seri. Sedangkan dua partai sisa, Indonesia akan menghadapi dua lawan tangguh: Juara Piala Teluk 2009, Oman di Jakarta dan bertandang dijamu tuan rumah Australia.


Berat. Rekor selalu lolos dari ajang Piala Asia sejak 1996, 2000, 2004 dan 2007 bisa-bisa pupus. Apalagi penampilan timnas relatif menurun akhir-akhir ini. Indonesia juga sudah jarang berujicoba melawan tim-tim tangguh dari luar negeri. Terakhir, beberapa pilar absen karena dibekap cedera dan akumulasi kartu--Budi Sudarsono, Isnan Ali, Maman Abdurrachman dan Ismed Sofyan.

Tapi, maju tak gentar Bung! Itu semua hanya di atas kertas. Di atas rumput hijau, semua bisa terjadi. Timnas butuh dukungan masyarakat Indonesia di lapangan dan di manapun kita berada! Ayo Nonton!

Tuesday, October 20, 2009

Pesta Ghana, Pesta Afrika


Suka Cita Pendukung Ghana dan Warga Mesir (16/10)

Selamat buat Ghana yang merengkuh gelar Piala Dunia Junior Usia dibawah 20 Tahun di Mesir. Sebuah kejutan baru dari kekuatan benua hitam. Wajar saja jika sepanjang pertandingan warga lokal Kairo mengelu-elukan Ghana. Mungkin bisa jadi solidaritas antar warga Afrika menjadi pemicunya. Aku yang menjagokan tim Samba Brazil harus kecewa kali ini.

Sebenarnya Brazil sudah punya kartu As sejak menit ke-27, sebab Ghana harus bermain dengan sepuluh orang setelah Daniel Addo dikartu merah langsung akibat menjatuhkan Alex Teixeira. Silih berganti penyerang muda Samba membombardir pertahanan Black Sattellites--julukan Ghana. Namun kedisiplinan lini belakang dan tangguhnya penjaga gawang Daniel Adje membuat peluang-peluang itu mentah.

Skor kacamata kosong-kosong bertahan hingga pertandingan usai. Saat adu penalti, dua penendang Brazil, Maicon dan Texeira gagal melaksanakan tugasnya. Terbanglah gelar juara ke pelukan Ghana.

Piala Dunia kali ini memang sarat kejutan tim-tim non-unggulan. Ghana, Kostarika, Hungaria, Korea Selatan dan Venezuela sanggup mematahkan dominasi tim-tim adidaya. Kapan giliran Indonesia?

Monday, October 12, 2009

Tuan Rumah Kecewa Dua Kali

Mesir vs Italy, Cairo International Stadium

Even Piala Dunia sepakbola usia 20 tahun yang dihelat di Mesir membawa banyak cerita. Meski gaung kejuaraan sebelum perhelatan dimulai terkesan kurang wah, antusiasme warga Kairo cukup meledak. Ketika "el Faraena el Sighar" alias Fir'aun-fira'un junior berlaga, bangku-bangku stadion disesaki warga yang ingin mendukung tim kesayangan Mesir. Agenda pembukaan di stadion Borg el Arab, Alexandria berlangsung meriah, apalagi ditambah kemenangan sensasional tuan rumah atas Trinidad Tobago 4-1.

Sayang, euforia yang mengalir deras bersama gemericik sungai Nil sempat terpaku sejenak ketika 10 pemain Paraguay berhasil mencuri kemenangan dramatis dua hari kemudian. Headline koran-koran keesokan harinya memampang foto penyerang Mesir Mohammad Talaat yang tertunduk di atas rumput. Mau tak mau pertandingan melawan favorit Italia menjadi laga hidup-mati yang harus dimenangi!

Oppa! Jadilah Bogy pahlawan Mesir malam itu. Baru beberapa detik memasuki lapangan, striker bernama asli Ahmed Fathi ini langsung menyundul bola, menaklukkan kiper Fiorillo. Sepuluh menit kemudian, sekali lagi Bogy beraksi, menyegel kemenangan 4-2 atas Azzurri.

Puji syukur kepada Allah SWT, aku salah satu diantara puluhan ribu mata yang menyaksikan kemenangan dramatis itu. Meski harus mati-matian merayu calo, tiket pertandingan itu bisa kudapatkan. Satu catatan lagi, untuk pertama kalinya, aku melihat pertandingan langsung dari stadion di Kairo.


Bola itu bundar. Di babak 16 besar Mesir harus dibenamkan Kosta Rika yang tidak diunggulkan. Pupus sudah mimpi indah masyarakat antero Mesir. Maka tak heran saat Kosta Rika kembali berlaga, warga Kairo berbondong-bondong menuju stadion dengan tujuan memberikan dukungan kepada Uni Emirat Arab, lawan Kosta Rika. "Kekalahan kemarin tak perlu diratapi, asal Kosta Rika kalah" mungkin begitu isi benak mereka. Aku melihat langsung melalui siaran televisi, setiap Kosta Rika memegang bola siulan mengejek disuarakan pendukung Mesir yang memihak Emirat.

Seribu sayang, kesalahan kapten Emirat membuat dendam Mesir tidak bisa terlampiaskan. Kosta Rika menyerobot bola di menit akhir dan menceploskan bola untuk kemenangan 2-1.

Lagi-lagi kecewa.