Kami doakan yang makan/minum di sini jadi orang sukses,
bahagia, dan sejahtera.
Setiap malam begitu pulang ke Ciputat, dua
baris kalimat di atas selalu mencuri perhatian saya untuk melirik ke pinggir jalan.
Tulisan itu terpampang di gerobak kaki lima di bilangan jalan Ir. Juanda.
Cukup mencolok, karena gerobak beroda dua
itu berwarna kuning. penjualnya adalah seorang abang, saya taksir berusia awal
duapuluhan, juga mengenakan kaos kuning. Tapi saya yakin, abang dan gerobaknya
bukan sedang kampanye salah satu partai politik yang pernah berkuasa, yang juga
menggunakan warna itu sebagai identitas kebesarannya.
Setelah berkali-kali—tak terhitung
banyaknya—curi pandang, penasaran mendorong saya buat mampir di lapak tersebut.
Saya tahu, bahwa secara sadar saya jadi salah satu korban marketing si
empunya gerobak. Tak apalah, daripada saya tidak bisa tidur nyenyak malam ini.
“Jualan apa Bang?”
“Susu jahe”
“Ya, saya pesan satu”


